Bale Apung Sangkuriang

Wisata Kuliner di Tengah Waduk Saguling, Tempatnya Kekinian dan Banyak Spot Fotonya

Menyantap makanan di tengah Waduk Saguling sambil menikmati suasana alam menjadi sensasi yang jarang dinikmati. Apalagi rumah makan di atas bale apung ini sangat cocok untuk tempat berfoto yang kekinian.

Bale Apung Sangkuriang di Kampung Cihamirung, Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat belum genap satu tahun dibuka. Tapi restoran apung ini sudah diserbu pengunjung dari berbagai kota.

Meski lokasinya berada di pinggiran kota, restoran ini layak untuk dikunjungi. Menu ikan tentu menjadi andalannya. Ikan yang disajikan pun langsung diambil dari keramba-keramba yang ada di Waduk Saguling.

Pemilik Bale Apung Sangkuriang, Ayang Rosiyan Anwar (30), tak mengira restoran yang dirintis 10 hari sebelum Idulfitri tahun lalu laris diserbu pengunjung. Ia pun sempat kewalahan saat pertama kali buka dengan animo yang besar.

“Di akhir bulan puasa saya buka. Banyak yang foto-foto dan disebarkan di media sosial. Setelah lebaran ribuan yang datang karena lihat foto di media sosial,” ucap Ayang, Selasa (6/3).

Pria yang dulunya bekerja di PT Pelni itu terinspirasi dari restoran apung di beberapa lokasi yang sempat dikunjunginya. Ia pun bertekad mengumpulkan modal dan membuat restoran apung di kampung kelahirannya.

“Lima tahun saya kerja di Pelni. Terus pulang ke sini (Cihampelas) bikin usaha tahu dulu. Sambil kumpulin modal untuk buka restoran,” katanya.

Jerih payahnya pun kini membuahkan hasil. Bale apung seluas 2000 meter persegi itu bisa didatangi ratusan pengunjung saat akhir pekan. Pada hari biasa pun, selalu datang pengunjung untuk makan sambil mengabadikan momen di bale apung.

Di dalam bale apung itu, terdapat beberapa area yang cocok dijadikan tempat berswafoto. Tempatnya juga sangat kekinian untuk generasi muda. Pengunjung juga bisa melihat aktivitas petani ikan yang ada di dekat bale apung.

“Di sini juga bisa langsung melihat ke Gunung Tangkuban Parahu. Kalau sore juga cocok menikmati matahari terbenam,” ucapnya.

Untuk menuju ke Bale Apung Sangkuriang bisa melalui dua akses jalan. Pertama dengan menggunakan jalur Batujajar ke Desa Pangauban. Sedangka akses kedua dengan melalui Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas.

Pengunjung harus naik perahu untuk sampai ke bale apung. Pengelola sudah menyiapkan beberapa perahu. Tarif menaiki perahu sebesar Rp 5 ribu untuk dewasa dan gratis bagi anak-anak.

“Harga perahu itu untuk pulang pergi. Makanan di sini harganya juga terjangkau. Banyak yang datang ke sini karena bale apungnya ada di tengah waduk. Jadi unik lokasinya,” ujar bapak dua anak ini.

Menu makanan yang jadi unggulan selain ikan bakar yakni sate maranggi dan tahu galing. Pengunjung bisa memilih ikan yang akan disantap. Mulai dari ikan patin, nila, gurame, dan mas.

“Kami sediakan paket komplit untuk empat orang seharga Rp 100 ribu. Ada nasi liwet, ikan, tahu galing, sambal dan lalab,” katanya.

Hary (40), salah seorang pengunjung dari Bandung mengaku tak sengaja datang ke Bale Apung Sangkuriang. Ia awalnya hanya ingin melihat keramba ikan di Saguling.

“Saya lihat ada tempat yang beda dari keramba-keramba di sini. Terus tanya ke petani ternyata restoran. Sangat unik sekali tempatnya,” ucapnya.

Menurutnya, bale apung itu memiliki lokasi yang kekinian. Banyak titik untuk berswafoto. “Nanti saya mau datang lagi sama keluarga. Tempatnya nyaman dan beda,” katanya. (firman wijaksana)

Artikel ini telah tayang di tribunjabar.id dengan judul Menikmati Santap Siang di Tengah Waduk Saguling, Tempatnya Kekinian dan Banyak Spot Fotonya, https://jabar.tribunnews.com/2018/03/07/menikmati-santap-siang-di-tengah-waduk-saguling-tempatnya-kekinian-dan-banyak-spot-fotonya.
Penulis: Firman Wijaksana
Editor: Kisdiantoro

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *